Kantor DPRD Kabupaten Tana Toraja

Alamat : Jl. Sultan Hasanuddin 2A Makale, Tana Toraja, 91811

Ramah Tamah

Suasana Kekeluargaan yang tetap terpelihara antara Pemerintah dan Masyarakatnya

Jumat, 22 Maret 2013

Penutupan IMT

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mencanangkan pembangunan patung Yesus Kristus Memberkati saat menghadiri penutupan peringatan 100 tahun Injil Masuk Toraja (IMT), di bundaran kolam Makale.

Dihadapan puluhan ribu masyarakat Toraja yang hadir dalam penutupan peringatan 100 tahun IMT, Syahrul Yasin Limpo memberikan bantuan dana untuk pembangunan patung Yesus Kristus Memberkati sebesar Rp1 miliar.

Bantuan itu sebagai bentuk komitmen pemerintah provinsi (Pemprov) Sulsel mendukung pembangunan patung Yesus Kristus yang akan menjadi ikon Kabupaten Tana Toraja.

“Pembangunan patung Yesus Kristus merupakan tanggungjawab bersama pemerintah provinsi Sulsel dan Pemkab Tana Toraja serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Syahrul Yasin Limpo dihadapan pemerintah dan masyarakat Tana Toraja.

Usai mencanangkan pembangunan patung Yesus Kristus Memberkati, gubernur didampingi sejumlah petinggi di Tana Toraja meninjau langsung lokasi pembangunan patung Yesus Kristus di puncak bukit (buntu) Burake yang berada pada ketinggian sekitar 1.100 dari permukaan laut (DPL).

Disela-sela kunjungannya di puncak Bukit Burake, Syahrul menjanjikan segera mengirimkan arsitek profesional untuk membantu pemerintah merancang pembangunan patung Yesus Kristus Memberkati.

Tidak tanggung-tanggung, Syahrul Yasin Limpo yang terpilih kembali sebagai gubernur Sulsel untuk periode kedua menginstruksikan kepada bupati Tana Toraja agar pembangunan patung bisa selesai dan diresmikan pada tahun 2014. 

Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung menyatakan, pemerintah dan DPRD kabupaten Tana Toraja sudah menganggarkan pembangunan patung Yesus Kristus Memberkati sekitar Rp3,5 miliar pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2013. Patung Yesus Kristus yang akan dibangun berukuran raksasa setinggi 40 meter.

“Kami berupaya agar pembangunan patung Yesus kristus Memberkati bisa selesai tahun 2014 sesuai dengan instruksi gubernur,” kata Theofilus.





Share:

Senin, 18 Maret 2013

Pembukaan Pameran Photo Toraja Jaman Dulu dalam rangka 100 Tahun IMT

Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung membuka Pameran Photo Toraja Jaman Dulu yang di laksanakan di Kantor DPRD Kab. Tana Toraja. Pembukaan yang diawali dengan doa bersama itu dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Perayaan 100 Tahun Injil Masuk Toraja. “Ada 45 karya foto Toraja zaman dulu akan dilelang saat penutupan peringatan 100 tahun IMT,” ungkap Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung. Theofilus mengatakan, 45 karya foto Toraja zaman dulu yang akan dilelang itu saat ini sedang dipamerkan di Gedung DPRD Tana Toraja. Puluhan karya foto itu merupakan koleksi dari salah satu museum di Leiden, Belanda.

Pengunjung pameran bisa melihat karya foto Toraja masa lalu mulai dari kondisi daerah, kondisi alam, bangunan asli rumah adat Toraja, hingga perkembangan peradaban masyarakat Toraja mulai dari tahun 1911-1958. Bahkan, saat pameran berlangsung sudah ada masyarakat yang berminat memiliki karya foto tersebut dan menawar Rp15 juta per foto.

Hasil lelang karya foto itu akan disumbangkan untuk kepentingan pembinaan masyarakat Toraja. “Hasil lelang 45 karya foto itu masih sedang dipikirkan. Tentu sebagian untuk membayar royalti. Sisanya untuk kepentingan masyarakat Toraja,” ujar Bupati.

Dikatakan Theofilus, karya foto itu sengaja dipamerkan kepada publik agar masyarakat bisa mengetahui peradaban orang Toraja mengalami perkembangan yang sangat pesat mulai dari zaman dulu hingga sekarang. Dengan melihat foto itu bisa menjadi bahan renungan bagi masyarakat bagaimana kondisi Toraja masa lalu dengan kondisi Toraja saat ini. “Karya foto yang dipamerkan juga membuktikan bahwa orang-orang Toraja adalah visioner, intelektual, dan cerdas,” katanya.

Bupati mengaku saat ini memiliki koleksi foto Toraja masa lalu hingga 1.111 foto. Bahkan ada beberapa koleksi karya fotonya yang menggambarkan Toraja pada 1800-an. Dirinya masih berburu koleksi foto Toraja masa lalulainnya hingga jumlah koleksi fotonya mencapai 2.000 foto. Koleksi foto Toraja pada tahun 1800-an itu rencananya akan dipamerkan lagi saat ulang tahun Kabupaten Tana Toraja pada Agustus mendatang.

“Saya punya cita-cita memiliki koleksi foto Toraja masa lalu hingga 2000 foto. Tentu tidak mudah mendapatkannya karena harus mencarinya beberapa lama,” katanya.





Share:

Sabtu, 16 Maret 2013

Perayaan 100 Tahun Injil Masuk Toraja

Puluhan ribu warga gereja memperingati 100 tahun Injil Masuk Toraja (IMT) yang dipusatkan di bundaran kolam Makale. Peringatan seabad IMT dihadiri langsung Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pembukaan peringatan 100 tahun IMT diawali dengan pawai dan karnaval para peserta dari berbagai denominasi gereja di Toraja dan luar Toraja. Pembukaan 100 tahun IMT dimeriahkan dengan penampilan runner up  Indonesian Idol 2012, Kamasean "Sean" Matthew yang membawakan lagu-lagu pujian.

Usai pawai, pembukaan 100 tahun IMT dilanjutkan refleksi puji-pujian dan pementasan tari-tarian kolosal yang dibawakan ratusan siswi SMP/SMA se kabupaten Tana Toraja.

Para penari yang berpakaian adat diiringi musik gendang membentuk formasi 100 tahun IMT. Dilanjutkan dengan pementasan musik bambu dan paduan suara sebagai ungkapan syukur atas karya Allah terhadap daerah dan masyarakat Toraja lewat pemberitaan Injil.

Usai refleksi puji-pujian dilanjutkan dengan prosesi penyalaan obor yang diawali dengan arak-arakan obor oleh rombongan pembawa obor membawa 12 obor yang terdiri dari 10 obor IMT dan dua obor Buah Sulung Injil dari enam arah sekitar pukul 19.00 Wita.

Rombongan pertama membawa obor dari arah Botang-Rumbe-Makale, Rombongan kedua merupakan dari arah Kasimpo-Makale, rombongan ketiga dari arah Lamunan-Makale, rombongan keempat dari arah Tondon Makale-Makale, rombongan kelima dari arah Rantepao-Makale. Sementara rombongan keenam yang membawa obor buah Sulung Injil dari arah Buisun-Makale.

Ke-12 pembawa obor dalam posisi berdiri mengelilingi obor Injil yang berada di tengah-tengah lokasi peringatan 100 tahun IMT. Dipandu Pdt Lidya K Tandirerung  Para pembawa obor pun secara bersamaan menyulutkan obor untuk menyalakan obor besar Injil yang berada di depan panggung utama.

Penyalaan obor besar Injil secara bersamaan dinyalakan seluruh obor disepanjang poros Salubarani-Makale-Rantepao-Nanggala, di depan rumah-rumah umat. Pada saat penyalaan obor serentak, listrik padam di seluruh wilayah Tana Toraja selama 30 menit. Penyalaan obor juga diiringi bunyi lonceng gereja sebanyak 100 kali. 

"Obor yang serentak menyala di peringatan 100 tahun IMT di seluruh wilayah Tana Toraja sekira 27. 800 buah yang dinyalakan  siswa-siswi. Belum termasuk yang dinyalakan oleh masyarakat di rumahnya masing-masing," ujar  Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, Sabtu (16/3/2013).

Dikatakan Theofilus, peringatan 100 tahun IMT dihadiri puluhan ribu masyarakat Toraja yang ada di Toraja maupun dari berbagai daerah di luar Toraja.

Berdasarkan sejarah, Injil masuk di Toraja ditandai dengan babtisan pertama pada tanggal 16 Maret 1913 di sekitar kolam Makale. Itu pula yang menjadi pertimbangan peringatan 100 tahun IMT dipusatkan di bundaran kolam Makale yang menjadi bukti sejarah Injil masuk Toraja dimulai dari kolam Makale. 

Menurut Theofilus, pada hari pertama Ibadah Raya akan dilakukan prosesi penyalaan obor sebagai simbol terang bagi masyarakat Toraja siap melayani sesama. Obor akan dinyalakan oleh seluruh peserta dan akan ditancapkan mengelilingi kolam Makale tempat berlangsungnya Peringatan 100 tahun IMT.

"Obor sebagai simbol terang akan dinyalakan mengelilingi kolam Makale selama tujuh hari sepanjang peringatan 100 tahun," ujar Theofilus.

Theofilus menyatakan, pada pembukaan 100 tahun IMT, panitia pelaksana mengedarkan daftar hadir. Masyarakat yang hadir namanya akan dicatat dalam sebuah buku. Begitu juga dengan setiap kegiatan yang dilaksanakan akan dicatat sebagai bukti sejarah bagi generasi mendatang bahwa  peringatan 100 tahun IMT pernah dilaksanakan di Toraja yang dipusatkan di kolam Makale.

Seluruh pembiayaan kegiatan 100 tahun IMT, lanjut Theofilus, merupakan persembahan  dari seluruh masyarakat Toraja secara mandiri. Peringatan 100 tahun IMT sendiri diketahui akan dilaksanakan mulai 16-22 Maret 2013.

"Dari tahun ke tahun Toraja menjadi daerah yang makin maju hingga terkenal di seluruh dunia. Itu semua merupakan karya Allah melalui pemberitaan Injil di Toraja yang sangat disyukuri seluruh masyarakat Toraja," kata mantan Kepala Inspektorat provinsi Sulawesi Selatan itu.

Wakil gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu'mang membacakan sambutan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo berharap melalui peringatan 100 tahun IMT di Toraja, peran gereja makin nyata dalam menyikapi berbagai perubahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat ke depan. 

"Kami berharap, peringatan 100 tahun IMT, kehidupan yang aman, damai dan persaudaraan bisa tercipta melalui perkataan, perbuatan dan karya di tengah-tengah masyarakat," tandasnya.


Share:

Rapat Badan Musyawarah

Diadakan Rapat Badan Musyawarah DPRD Kab. Tana Toraja dalam Rangka Pembahasan Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kab. Tana Toraja Masa Jabatan 2009 s.d 2014, dari Anggota DPRD Fraksi Golkar Drs. M.T.Allorerung yang digantikan oleh Omba' ,SE.



Share:

Senin, 11 Maret 2013

Kunjungan Kerja Pansus I ke Pacitan Jawa Timur

Pada tanggal 11-15 Maret 2013, diadakan Kunjungan Kerja Pansus I Pembahasan RANPERDA tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral & Batu bara. ke Kab.Pacitan Jawa Timur dalam rangka mengambil bahan perbandingan dan referensi tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral & Batu bara.




Share:

Rabu, 06 Maret 2013

Kunjungan Kerja Pansus III ke DPRD Kota Surakarta

Pada tanggal 6-7 Maret 2013, diadakan Kunjungan Kerja Pansus III ke DPRD Kota Surakarta. Kegiatan yang diadakan selama 2 hari itu dalam rangka untuk mendapatkan bahan perbandingan tentang RANPERDA Sistem Penyelenggaraan  Pendidikan. Kegiatan ini ditandai dengan pertukaran cendera mata berupa miniatur Rumah Adat Toraja oleh Ir. Kristian HP. Lambe yang diterima oleh Ketua DPRD Kota Surakarta Ir. Muhammad Rodhi, dan penyerahan plakat DPRD Kota Surakarta ke Ir. Kristian HP. Lambe.
 


Share:

Total Kunjungan