DPRD Kabupaten Tana Toraja
21 22 23
Selamat Datang di Website Resmi DPRD Kabupaten Tana Toraja

Selasa, 12 Agustus 2014

Penetapan dan Pengesahan Pansus Mengenai Ranperda Tahun 2014

Dalam Rangka Penetapan dan Pengesahan Rancangan Perda Kabupaten Tana Toraja Tahun 2014 maka kemarin, tanggal 9 Agustus 2014, DPRD Kab. Tana Toraja telah melaksanakan Rapat Paripurna yang telah menetapkan 2 Pansus untuk membahas 5 Rancangan Perda tersebut. Rancangan Perda tersebut adalah sbb:
  1. Nota Keuangan tentang Ranperda Pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2013.
  2. Rancangan Peraturan Daerah Kab. Tana Toraja tentang Pembiayaan Transportasi Jemaah Haji Kab. Tana Toraja
  3. Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan kedua atas Perda No. 3 Tahun 2011 mengenai Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Mineral bukan Logam dan bantuan, Pajak Parkir dan Pajak Air Tanah.
  4. Rancangan Perda Kab. Tana Toraja tentang Perubahan atas Perda No. 6 Tahun 2011 tentang Retribusi Jalan Umum.
  5. Ranperda tentang Penyertaan Modal pada PT. Bank BPD Sul-Sel dan Perusahaan Daerah Air Minum Kab. Tana Toraja.






Selasa, 30 April 2013

RAPAT PARIPURNA

Rapat Paripurna DPRD Kab. Tana Toraja Dalam Rangka Penyampaian Laporan Kegiatan Alat Kelengkapan DPRD Kab. Tana Toraja sekaligus Penutupan Masa Sidang I ( Januari - April ) 2013 & Pembukaan Masa Sidang II ( Mei - Agustus ) 2013.



Senin, 01 April 2013

RAPAT PARIPURNA ISTIMEWA

Kader Partai Golkar Omba' Sandang resmi menyandang status sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tana Toraja periode 2009-2014 kemarin.

Dia menggantikan MT Allorerung melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW) dalam Sidang Paripurna Istimewa. Pelantikan dan pengambilan sumpah Omba' Sandang dipimpin Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi. Pergantian tersebut berdasarkan keputusan Gubernur Sulawesi Selatan nomor 530/ III/2013 tanggal 1 Maret 2013.

“PAW anggota DPRD Partai Golkar ini bukan atas kemauan dari lembaga DPRD, tetapi sesuai dengan aturan dan mekanisme yang diperkuat dengan SK Gubernur Sulawesi Selatan,” ujar Welem Sambolangi. Welem berharap, anggota DPRD Tana Toraja yang baru saja dilantik dan diambil sumpah dapat bekerja sama secara optimal dengan anggota lainnya dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai wakil rakyat di legislatif yang terhormat.

Begitu juga dalam memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakilinya. “Anggota DPRD harus sesuai dengan peraturan perundang- undangan. Saya berharap, anggota yang baru bisa segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab yang diembannya sebagai wakil rakyat,” kata legislator Golkar ini. Seusai pelantikan dan pengambilan sumpah sebagai anggota DPRD PAW, Omba' Sandang menyatakan, siap menjalankan amanah rakyat dengan penuh tanggung jawab.

Sebagai wakil rakyat, dia juga berjanji akan mencurahkan segala kemampuannya dalam melaksanakan tugas pokok dan kewajibannya selama menjabat anggota DPRD Tana Toraja. “Ini adalah amanah rakyat yang diberikan kepada saya. Sebagai wakil rakyat, saya berupaya dengan segala kemampuan yang saya miliki memperjuangkan aspirasi rakyat melalui lembaga DPRD,” ujarnya.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Tana Toraja Enos Karoma yang turut hadir dalam sidang paripurna istimewa itu berharap, kerja sama yang selama ini terbangun antara birokrasi dan DPRD tetap terjalin dengan baik dalam pelaksanaan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tana Toraja.






Jumat, 22 Maret 2013

PENUTUPAN IMT

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mencanangkan pembangunan patung Yesus Kristus Memberkati saat menghadiri penutupan peringatan 100 tahun Injil Masuk Toraja (IMT), di bundaran kolam Makale.

Dihadapan puluhan ribu masyarakat Toraja yang hadir dalam penutupan peringatan 100 tahun IMT, Syahrul Yasin Limpo memberikan bantuan dana untuk pembangunan patung Yesus Kristus Memberkati sebesar Rp1 miliar.

Bantuan itu sebagai bentuk komitmen pemerintah provinsi (Pemprov) Sulsel mendukung pembangunan patung Yesus Kristus yang akan menjadi ikon Kabupaten Tana Toraja.

“Pembangunan patung Yesus Kristus merupakan tanggungjawab bersama pemerintah provinsi Sulsel dan Pemkab Tana Toraja serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Syahrul Yasin Limpo dihadapan pemerintah dan masyarakat Tana Toraja.

Usai mencanangkan pembangunan patung Yesus Kristus Memberkati, gubernur didampingi sejumlah petinggi di Tana Toraja meninjau langsung lokasi pembangunan patung Yesus Kristus di puncak bukit (buntu) Burake yang berada pada ketinggian sekitar 1.100 dari permukaan laut (DPL).

Disela-sela kunjungannya di puncak Bukit Burake, Syahrul menjanjikan segera mengirimkan arsitek profesional untuk membantu pemerintah merancang pembangunan patung Yesus Kristus Memberkati.

Tidak tanggung-tanggung, Syahrul Yasin Limpo yang terpilih kembali sebagai gubernur Sulsel untuk periode kedua menginstruksikan kepada bupati Tana Toraja agar pembangunan patung bisa selesai dan diresmikan pada tahun 2014. 

Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung menyatakan, pemerintah dan DPRD kabupaten Tana Toraja sudah menganggarkan pembangunan patung Yesus Kristus Memberkati sekitar Rp3,5 miliar pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2013. Patung Yesus Kristus yang akan dibangun berukuran raksasa setinggi 40 meter.

“Kami berupaya agar pembangunan patung Yesus kristus Memberkati bisa selesai tahun 2014 sesuai dengan instruksi gubernur,” kata Theofilus.